Minggu, 06 November 2011

Percaya Diri, Kunci Sukses Dalam Berkarir


Semua orang yang bekerja, tentunya ingin mencapai kesuksesan dalam karirnya. Namun, untuk menuju kesuksesan itu, tentunya harus ada usaha dan proses untuk dapat mencapai target-target yang diinginkan.
"Karir adalah segala hal yang di kerjakan pada sebagian besar waktu saat mata terbuka. Karir adalah totalitas kehidupan profesional kita. Bukan hanya sekadar bicara pekerjaan atau proses mendapatkan uang, karir adalah segala hal yang berkaitan dengan passion dan tujuan hidup masing-masing," terang Rene Suhardono, seorang Career Coach, dalam acara talkshow "Dealing with Conflict in Workplace" yang diadakan oleh Rexona, beberapa waktu lalu, di Jakarta.
Lebih lanjut Rene mengungkapkan, jika pemahaman passion & tujuan hidup dalam karir akan menghasilkan energi bagi individu untuk terus bekerja, berkarya dan berkontribusi.
Secara umum, 75% dari energi dan waktu kerja akan dihabiskan untuk menghadapi konflik dengan atasan. Sementara energi yang dikeluarkan untuk berurusan dalam konflik akibat politik kantor, sama dengan energi yang dikeluarkan untuk memulai usaha baru.
"Berkarir akan selalu bersentuhan dengan individu & kepentingan lain yang diwarnai oleh potensi-potensi konflik," kata Rene.
Salah satu yang dibutuhkan untuk meraih kesuksesan yang diidam-idamkan adalah dengan memiliki kepercayaan diri. Percaya diri yang sehat dan optimal, mutlak dimiliki sebagai antisipasi agar kita selalu siap dalam menghadapi konflik yang sudah "menunggu" di depan.
Semenyara itu, kepercayaan diri berlaku dinamis, dimana ia bisa naik dan turun, karena dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, atau bahkan dari diri sendiri.
Maka dari itu, penting sekali untuk tetap menjaga tingkat kepercayaan diri supaya tetap stabil pada tingkatan yang optimal dan sehat, agar tetap fokus pada upaya-upaya pencapaian target-target menuju kesuksesan yang telah dirancang.
Dan caranya agar kepercayaan diri selalu stabil adalah dengan selalu menjaga emosi, perasaan, dan imajinasi yang positif, agar tidak mudah terpengaruh dengan "ancaman" konflik-konflik yang mengintai, dan tetap berpegang teguh pada komitmen awal yaitu menggapai kesuksesan dalam karir.