Jumat, 01 April 2011 09:08
Banyak sekali tulisan yang menyebutkan tentang pembentukan SDM, dari yang biasa-biasa saja menjadi SDM pemenang atau melejitkan prestasi SDM, salah satunya gagasan yang disampaikan oleh Dave Ulrich (1997), ada empat peran SDM guna membangun organisasi yang kuat, fleksibel, adaptif dan kompetitif yang berujung pada organisasi pemenang.
Keempat peran SDM tersebut adalah :
- Strategic human resources
- Management of firm infrastrukture
- Management of employee contribution
- Management of transformation and change
Peran yang pertama adalah Strategic human resources, berbicara tentang penyelarasan antara manajemen SDM dengan strategi bisnis secara menyeluruh, menyesuaikan antara visi SDM dengan visi organisasi.
Peran kedua, management of firm infrastructure, sudut pandang berada pada proses dan operasional sehari-hari. Hasil yang diharapkan dalam peran kedua ini adalah infrastruktur yang efisien, sehat dan produktif. Kegiatan pokok adalah melakukan rekayasa ulang menuju perbaikan terhadap proses organisasi. Dengan dibangunnya infrastruktur organisasi yang diperkuat oleh teknologi menjadi agenda utama pada peran management of firm infrastructure.
Peran ketiga, management of employee contribution, adalah untuk meningkatkan loyalitas dan kemampuan karyawan. Loyalitas berhubungan dengan motivasi dan etos, tidak sekadar uang. Sementara kemampuan bersinggungan dengan keahlian, kecakapan dan kecepatan dalam merespons suatu persoalan. Meningkatkan kemampuan melalui pelatihan, coaching dan mentoring. SDM yang loyal dan mempunyai kemampuan akan selalu memberi kontribusi bagi organisasi. Dalam banyak kasus karyawan akan merasa berperan dan dihargai apabila ia berkontribusi pada perusahaan, tidak sekadar menjadi parasit.
Peran yang terakhir adalah management of transformation and change. Inilah peran paling sulit karena bersinggungan dengan orang, strategi dan masa depan. Transformasi manajemen sendiri merupakan suatu metodologi yang komprehensif dari program percepatan pembaruan organisasi (perusahaan). Desain utamanya adalah membawa organisasi ke arah yang lebih produktif dengan tingkat keuntungan yang tumbuh secara sinambung. Unsur trust, komitmen dan work excellent menjadi dominan untuk dijalankan. Saling percaya yang didasari komitmen yang kuat dari seluruh jajaran organisasi akan mempermudah pencapaian tujuan perusahaan.
Banyak sekali tulisan yang menyebutkan tentang pembentukan SDM, dari yang biasa-biasa saja menjadi SDM pemenang atau melejitkan prestasi SDM, salah satunya gagasan yang disampaikan oleh Dave Ulrich (1997), ada empat peran SDM guna membangun organisasi yang kuat, fleksibel, adaptif dan kompetitif yang berujung pada organisasi pemenang.
Keempat peran SDM tersebut adalah :
- Strategic human resources
- Management of firm infrastrukture
- Management of employee contribution
- Management of transformation and change
Peran yang pertama adalah Strategic human resources, berbicara tentang penyelarasan antara manajemen SDM dengan strategi bisnis secara menyeluruh, menyesuaikan antara visi SDM dengan visi organisasi.
Peran kedua, management of firm infrastructure, sudut pandang berada pada proses dan operasional sehari-hari. Hasil yang diharapkan dalam peran kedua ini adalah infrastruktur yang efisien, sehat dan produktif. Kegiatan pokok adalah melakukan rekayasa ulang menuju perbaikan terhadap proses organisasi. Dengan dibangunnya infrastruktur organisasi yang diperkuat oleh teknologi menjadi agenda utama pada peran management of firm infrastructure.
Peran ketiga, management of employee contribution, adalah untuk meningkatkan loyalitas dan kemampuan karyawan. Loyalitas berhubungan dengan motivasi dan etos, tidak sekadar uang. Sementara kemampuan bersinggungan dengan keahlian, kecakapan dan kecepatan dalam merespons suatu persoalan. Meningkatkan kemampuan melalui pelatihan, coaching dan mentoring. SDM yang loyal dan mempunyai kemampuan akan selalu memberi kontribusi bagi organisasi. Dalam banyak kasus karyawan akan merasa berperan dan dihargai apabila ia berkontribusi pada perusahaan, tidak sekadar menjadi parasit.
Peran yang terakhir adalah management of transformation and change. Inilah peran paling sulit karena bersinggungan dengan orang, strategi dan masa depan. Transformasi manajemen sendiri merupakan suatu metodologi yang komprehensif dari program percepatan pembaruan organisasi (perusahaan). Desain utamanya adalah membawa organisasi ke arah yang lebih produktif dengan tingkat keuntungan yang tumbuh secara sinambung. Unsur trust, komitmen dan work excellent menjadi dominan untuk dijalankan. Saling percaya yang didasari komitmen yang kuat dari seluruh jajaran organisasi akan mempermudah pencapaian tujuan perusahaan.
Pada 30 tahun lalu mengubah jalan hidup Dave Olson Ulrich. Dia sebenarnya ingin belajar hukum. Saat berkonsultasi dengan seorang profesor yang juga mentornya, dia ditantang mempelajari organisasi. Bagaimana agar organisasi di tempatnya bekerja dan di lingkungannya menjadi lebih baik. Itulah awal langkah karier Ulrich yang dikenal sebagai guru dalam manajemen sumber daya manusia.
Majalah pengulas sumber daya manusia (SDM), HR Magazine, tahun lalu menempatkan pria kelahiran Ely, Nevada, Amerika Serikat, ini sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia soal sumber daya manusia (SDM). Ia juga meraih Nobles Colloquia, penghargaan atas kepemimpinan bisnis dan pemikiran masalah ekonomi.
”Dave akan datang berbagi pengetahuan dalam manajemen SDM dengan pengusaha, dosen, pengajar, dan siapa saja yang berminat dalam pengelolaan SDM pada mega seminar di Jakarta, awal April ini,” ujar Suwardi Luis, CEO GML Performance Consulting,
penyelenggara seminar itu.
Seminar sekaligus lokakarya yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Kempinski, Jakarta, 5-6 April 2011, ini juga akan menampilkan Agung Adiprasetyo, CEO Grup Kompas Gramedia. ”Agung akan membahas masa depan SDM dari perspektif Indonesia,” ujar Suwardi yang akan menjadi moderator.
”Saya senang bisa membantu para pemimpin atau organisasi agar lebih efektif dalam usahanya,” ujar Ulrich, pekan lalu. Dalam wawancara tertulis, dia mengaku terus mempelajari dan mendalami organisasi dan SDM sejak saat sang profesor menantangnya.
”Apalagi jika ada organisasi yang nyaris berantakan,” ujarnya. ”Kalau saya sedang makan malam dengan istri atau teman, saya sering mengajak manajer atau pemilik restoran ke meja kami dan berbincang, misalnya tentang bagaimana agar restorannya menjadi lebih baik,” kata Ulrich menambahkan.
Dia yakin, SDM yang andal mesti melalui latihan yang baik, disiplin, dan pendidikan. Itulah pula yang menjadi penentu kesuksesan dalam organisasi apa pun.
(*/Kompas Cetak)
(*/Kompas Cetak)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar